AYO ! Belajar alat musik Ceng-Ceng berasal dari Bali
5. CENG-CENG
Bali – Dipukul*
Asal Usul
Ceng-ceng adalah alat musik tradisional Bali yang terbuat dari logam berbentuk dua keping kecil seperti simbal. Alat ini sering dimainkan dalam gamelan Bali, terutama pada pertunjukan gong kebyar, wayang wong, barong, dan berbagai upacara adat.
Ceng-ceng berasal dari kesenian Bali kuno, diperkirakan berkembang sejak zaman kerajaan di Bali ketika gamelan mulai dibentuk.
Bunyi ritmis logam dari ceng-ceng dulu digunakan untuk mengatur tempo, memberi penekanan ritme, dan memperkuat dinamika dalam gamelan.
Alat ini terinspirasi dari alat perkusi logam Asia Tenggara yang sudah ada sejak lama, tetapi berkembang khas di Bali dengan bentuk dan pola permainan yang lebih cepat dan energik.
Dalam tradisi Bali, ceng-ceng juga melambangkan semangat, keceriaan, dan kekuatan ritme dalam sebuah pementasan gamelan.
Ceng-Ceng adalah alat musik tradisional Bali yang berasal dari perkembangan gamelan klasik pada masa kerajaan Bali kuno, ketika masyarakat mulai membuat instrumen ritmis dari logam seperti perunggu dan kuningan untuk memperkuat dinamika dan ritme dalam pertunjukan sakral di pura; alat musik ini awalnya digunakan dalam upacara keagamaan dan ritual adat sebagai penegas tempo, lalu berkembang menjadi bagian penting dari berbagai ansambel gamelan seperti Gong Kebyar, Angklung, dan Baleganjur, dengan fungsi yang tidak hanya mengatur irama tetapi juga memberikan aksen kuat yang melambangkan semangat, keberanian, dan kekompakan masyarakat Bali; seiring waktu, Ceng-Ceng mengalami perubahan bentuk dan teknik permainan namun tetap mempertahankan ciri khas suaranya yang tajam dan berenergi, hingga pada masa modern terus dilestarikan melalui pagelaran seni, pendidikan budaya, serta pertunjukan baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sejarah dan perkembangan
Ceng-Ceng memiliki sejarah panjang yang berasal dari tradisi gamelan Bali pada masa kerajaan Bali kuno, ketika masyarakat mulai menciptakan instrumen logam seperti perunggu dan kuningan untuk mengiringi upacara keagamaan di pura; pada awalnya Ceng-Ceng berfungsi sebagai penegas ritme dan pemberi aksen dalam musik sakral, lalu berkembang menjadi bagian penting dari berbagai ansambel gamelan seperti Gong Kebyar, Angklung, dan Baleganjur yang membutuhkan permainan ritmis cepat dan energik; dari bentuk tradisional yang sederhana, Ceng-Ceng kemudian mengalami perkembangan dalam desain, ukuran, dan teknik permainan sehingga menghasilkan variasi bunyi yang lebih dinamis; masuk ke era modern, alat musik ini tidak hanya digunakan dalam upacara adat tetapi juga dalam pertunjukan seni, parade budaya, pendidikan musik, hingga pagelaran internasional yang memperkenalkan kekayaan musik Bali ke dunia, menjadikan Ceng-Ceng sebagai salah satu simbol ritmis yang mencerminkan kekompakan, semangat, dan identitas budaya Bali.
Pembuatan
• Terbuat dari perunggu atau kuningan.
• Berupa piringan kecil yang memiliki pegangan kulit.
• Disusun 4–6 pasang di atas rangka kayu.
Cara Memainkan
• Dua piringan dipukul cepat satu sama lain.
• Penuh ritme tajam dan energik.
• Menjadi aksen penting dalam ensambel gamelan.
sumber:
Ceng-ceng » Budaya Indonesia https://share.google/BoIibIfwD0p6oqEAh
Bagus dan mudah di pahami👍
ReplyDeleteterimakasih, jadi tau ada alat musik ini..
ReplyDeletebagus bgt
ReplyDeleteinformasi sangat bermanfaat 👍🏻
ReplyDeleteBagus
ReplyDeletekerennn
ReplyDeletethx infonya
ReplyDeleteMantap unik sekali
ReplyDeleteada ya alat musik itu jd tau
ReplyDelete