Posts

AYO ! Belajar alat musik FU berasal dari Papua

Image
  8. FU  Papua –  Ditiup Asal Usul : Fu adalah alat musik tiup dari masyarakat Papua, terutama daerah pesisir. Digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh dan pengiring tarian adat. Pembuatan : • Terbuat dari kerang laut besar. • Ujung cangkang dilubangi untuk dijadikan corong suara. • Bisa dihias dengan ukiran atau pigmen tradisional. Cara Memainkan : • Ditiup seperti terompet. • Menghasilkan suara keras dan panjang.

AYO ! Belajar alat musik YI berasal dari Papua

Image
  9. YI 

AYO ! Belajar alat musik karinding berasal dari Jawa Barat

Image
  10. KARINDING 

AYAYO ! Belajar alat musik Toto Buang berasal dari Maluku

Image
 7. TOTO BUANG  Maluku – Dipukul* Asal Usul Totobuang adalah alat musik pukul khas Maluku dan digunakan dalam upacara adat, tari perang, dan acara kerajaan sejak masa Kesultanan Ternate dan Tidore. Pembuatan • Terdiri dari deretan gong kecil (mirip bonang). • Terbuat dari perunggu atau kuningan. • Diletakkan di atas rak kayu panjang. Cara Memainkan • Dipukul menggunakan pemukul kecil berlapis kain. • Menghasilkan nada-nada tinggi dan ritmis. • Sering dimainkan bersama tifa dan gong besar.

AYO ! Belajar alat musik Jegog berasal dari Bali

Image
  6. JEGOG  Bali (Jembrana) –  Dipukul* Asal Usul Jegog adalah alat musik tradisional Bali yang berasal dari Jembrana, bagian barat Pulau Bali. Instrumen ini terbuat dari bambu berukuran sangat besar, sehingga menghasilkan suara yang dalam, kuat, dan bergetar. Sejarahnya Jegog muncul pertama kali di Desa Dangin Tukad Aya, Jembrana, sekitar awal abad ke-20. Penciptanya adalah I Wayan Sudirana (Wayan Jegog)—nama inilah yang kemudian menjadi asal penamaan “jegog”. Awalnya, jegog digunakan untuk menghibur masyarakat, terutama dalam acara adat dan pesta panen. Seiring waktu, musik jegog berkembang menjadi ansambel besar dengan banyak bilah bambu raksasa dan dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Suara jegog yang keras tanpa pengeras suara menunjukkan kemampuan masyarakat Bali mengolah bambu menjadi alat musik luar biasa. Pembuatan • Bambu petung besar dipotong sebagai bilah. • Disusun dalam kelompok instrumen dari kecil hingga ukuran raksasa. • Dipasang pada rangka besar dar...

AYO ! Belajar alat musik Ceng-Ceng berasal dari Bali

Image
  5. CENG-CENG  Bali –  Dipukul* Asal Usul Ceng-ceng adalah alat musik tradisional Bali yang terbuat dari logam berbentuk dua keping kecil seperti simbal. Alat ini sering dimainkan dalam gamelan Bali, terutama pada pertunjukan gong kebyar, wayang wong, barong, dan berbagai upacara adat. Ceng-ceng berasal dari kesenian Bali kuno, diperkirakan berkembang sejak zaman kerajaan di Bali ketika gamelan mulai dibentuk. Bunyi ritmis logam dari ceng-ceng dulu digunakan untuk mengatur tempo, memberi penekanan ritme, dan memperkuat dinamika dalam gamelan. Alat ini terinspirasi dari alat perkusi logam Asia Tenggara yang sudah ada sejak lama, tetapi berkembang khas di Bali dengan bentuk dan pola permainan yang lebih cepat dan energik. Dalam tradisi Bali, ceng-ceng juga melambangkan semangat, keceriaan, dan kekuatan ritme dalam sebuah pementasan gamelan. Ceng-Ceng adalah alat musik tradisional Bali yang berasal dari perkembangan gamelan klasik pada masa kerajaan Bali kuno, ketika masyar...

AYO ! Belajar alat musik Celempung berasal dari Jawa Barat

Image
  4. CELEMPUNG   Jawa Barat –  Dipetik* Asal Usul Celempung adalah alat musik tradisional khas Sunda yang berasal dari daerah Priangan seperti Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Alat musik ini mulai muncul dari kehidupan masyarakat Sunda pedesaan yang memanfaatkan bambu sebagai bahan untuk membuat alat musik sederhana. Awalnya, celempung dibuat hanya sebagai alat hiburan rakyat, dimainkan setelah bekerja di ladang atau saat berkumpul di rumah-rumah warga. Karena suaranya yang unik—hasil pukulan bambu yang dipotong dan dilonggarkan—celempung kemudian mulai digunakan dalam berbagai kegiatan adat, pertunjukan rakyat, dan acara kesenian Sunda Pembuatan • Badan terbuat dari bambu besar. • Bagian badan dikerat menjadi bilah senar alami. • Kadang ditambahkan senar rotan atau kawat untuk nada tambahan. Cara Memainkan • Dipetik menggunakan jari atau plektrum bambu. • Suaranya nyaring dan hangat. • Dipakai untuk melodi dan ritme.